Bandar LampungDaerahHomeLampung

Skandal Wira Garden, Diduga Milik Anggota DPRD Balam 

×

Skandal Wira Garden, Diduga Milik Anggota DPRD Balam 

Sebarkan artikel ini

GAWAI.co.id – Pasca meninggalnya dua mahasiswi Universitas Lampung (Unila), Skandal besar mulai pecah di balik operasional objek wisata Wira Garden.

Usut punya usut objek wisata Wira Garden (WG) diduga milik anggota DPRD Kota Bandar Lampung (Balam) berinisial RA.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, kepemilikan tersebut sudah lama diketahui, namun sengaja tidak pernah diungkap ke publik.

“Semua orang tahu itu milik siapa,” singkat sumber media ini.

Tragedi kematian dua mahasiswi di lokasi Wira Garden menjadi titik balik. Insiden tersebut kini tak lagi dipandang sebagai kecelakaan semata, melainkan diduga kuat sebagai akibat dari kelalaian fatal pengelola.

Fakta di lapangan memperlihatkan kondisi yang mengkhawatirkan, Area rawan tanpa pengawasan memadai, Minim bahkan nyaris tidak ada rambu peringatan, Standar keselamatan yang diduga diabaikan

Bahkan, Jika semua ini benar, maka pengelola tidak sekadar lalai tetapi diduga membiarkan potensi bahaya mengintai setiap pengunjung.

Hingga berita ini diterbitkan RA belum memberikan klarifikasi.

Sebelumnya, Dua mahasiswi dilaporkan hanyut di kawasan wisata Wira Garden, Kelurahan Batu Putuk, Kecamatan Teluk Betung Barat, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Kamis (2/4/2026).

Kedua korban diketahui berinisial F (22) dan B (22), mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Bandar Lampung.

Jenazah keduanya telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk penanganan lebih lanjut.

Peristiwa nahas tersebut bermula saat korban bersama dua rekannya datang ke lokasi wisata sekitar pukul 11.30 WIB. Hujan deras sempat mengguyur kawasan itu sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah hujan reda, keempatnya berfoto di atas batu di aliran sungai.

Tanpa disadari, air bah datang secara tiba-tiba dari arah hulu sungai. Dua korban terseret arus deras, sementara dua rekannya berhasil menyelamatkan diri dengan melompat ke tepi sungai.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, membenarkan bahwa kedua korban telah ditemukan.

“Benar, kedua korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Lampung,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel kepolisian, BPBD, dan relawan setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Yuni kembali mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan wisata alam, khususnya di sekitar aliran sungai.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak beraktivitas di sungai saat atau setelah hujan deras, karena potensi banjir bandang dapat terjadi sewaktu-waktu dan sangat berbahaya,” katanya.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendataan serta koordinasi lebih lanjut terkait penanganan korban. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *