Gawai.co.id – Anggota DPRD Provinsi Lampung, Tondi Muammar Gaddafi Nasution, menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Pekon Waringin Sari Timur, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Minggu (15/02/2026). Kegiatan tersebut dihadiri aparatur pekon, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta ratusan warga setempat.
Anton Subagio (Narasumber) menyampaikan hak dan kewajiban warga negara sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Ia menjelaskan bahwa setiap warga negara sejak lahir memiliki hak asasi manusia yang harus dilindungi, sekaligus memiliki kewajiban untuk menjaga dan membela negara.
“Dalam Pasal 27 dan Pasal 30 UUD 1945 ditegaskan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Bentuknya bisa beragam, mulai dari hal sederhana seperti mengikuti upacara bendera, menyanyikan lagu Indonesia Raya, hingga menjaga persatuan dan gotong royong di lingkungan masing-masing,” jelas Anton.
Ia menambahkan, tujuan utama sosialisasi ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan adalah mewujudkan cita-cita Indonesia Raya. Hal itu, kata dia, dapat diwujudkan dengan membentuk warga negara yang memahami nilai-nilai Pancasila serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Anton juga mencontohkan praktik sederhana nilai kebangsaan melalui budaya gotong royong di masyarakat. “Misalnya, warga rutin bergotong royong membersihkan saluran air agar tidak terjadi banjir. Itu adalah bentuk nyata pengamalan Pancasila, khususnya sila ketiga tentang persatuan Indonesia,” katanya.
Menurutnya, lima sila dalam Pancasila jika dijalankan secara utuh akan mencerminkan karakter bangsa yang religius, humanis, bersatu, demokratis, dan berkeadilan sosial. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya memahami Pancasila secara teoritis, tetapi juga mengimplementasikannya dalam tindakan nyata.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap hak dan kewajiban sebagai warga negara semakin meningkat, serta semangat persatuan dan gotong royong terus terjaga demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.












