Pesawaran — Anggota DPRD Provinsi Lampung, Yudha Alhadjid, menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila merupakan perekat utama dalam menjaga persatuan dan keberagaman anak bangsa di tengah pesatnya perkembangan zaman.
Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila di hadapan warga Desa Gunung Sugih, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (31/1/2026).
Menurut Yudha, merawat dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila bukan sekadar kewajiban pemerintah, melainkan tugas seluruh warga negara demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Merawat dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila adalah tugas wajib seluruh anak bangsa. Ini penting untuk menjaga persatuan dan keutuhan NKRI di tengah perkembangan zaman yang sangat pesat,” ujarnya.
Anggota Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi Lampung itu menjelaskan, kegiatan sosialisasi Pancasila yang dilakukan oleh anggota DPRD periode 2024–2029 merupakan bentuk kepedulian sekaligus tanggung jawab moral untuk terus menanamkan ideologi bangsa di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini saya dapat bersilaturahmi langsung dengan warga. Pertemuan ini diharapkan membawa berkah, terlebih dibingkai dalam kegiatan Sosialisasi Pancasila,” kata Yudha.
Dalam kegiatan tersebut, Yudha menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Ryfandi Ritonga dan Poltak Aritonang. Ia berharap masyarakat dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini kesempatan terbaik bagi kita semua untuk mendengarkan pemaparan para narasumber. Harapannya, nilai-nilai Pancasila dapat diimplementasikan dengan baik, dimulai dari lingkungan keluarga,” jelasnya.
Lebih lanjut, Yudha menyoroti tantangan serius dalam pembentukan karakter anak dan remaja akibat perkembangan teknologi, khususnya penggunaan telepon genggam (HP) yang tidak terkontrol.
“Perkembangan zaman saat ini sangat menggerus pola pikir dan karakter anak-anak dan remaja. Salah satunya akibat penggunaan HP yang banyak disalahgunakan,” tegasnya.
Ia pun mengimbau para orang tua agar lebih aktif mengawasi penggunaan HP pada anak-anak. Menurutnya, tanpa pengawasan yang baik, teknologi justru dapat merusak generasi penerus bangsa.
“Saya menghimbau kepada bapak dan ibu untuk benar-benar memantau penggunaan HP anak-anak kita. Banyak dampak negatif yang bisa merusak karakter dan etika mereka,” tambahnya.
Yudha menekankan bahwa pembentukan karakter generasi muda membutuhkan sinergi semua pihak, terutama keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama.
“Perubahan etika dan sopan santun anak-anak sangat terasa saat ini. Karena itu, penerapan nilai-nilai Pancasila harus dimulai dari rumah,” katanya.
Sementara itu, narasumber Dr. Ryfandi Ritonga membenarkan kekhawatiran terkait pengaruh negatif penggunaan HP terhadap anak dan remaja. Ia menilai penguatan nilai-nilai Pancasila menjadi kunci dalam menghadapi tantangan tersebut.
“Jangan sampai kehadiran HP justru melunturkan kepedulian anak-anak kita terhadap Pancasila sebagai pondasi bangsa,” tegas Ryfandi.
Ia mengajak masyarakat untuk mengamalkan nilai Pancasila secara bertahap dalam kehidupan sehari-hari.
“Tidak harus langsung menerapkan lima sila sekaligus. Minimal satu per satu, dimulai dari keluarga. Mengubah pola pikir anak-anak saat ini memang butuh kesabaran dan kehati-hatian,” pungkasnya.












