Lampung Tengah -Masyarakat Kelurahan Trimurjo, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, khususnya warga RW 01 dan RW 02, mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah.
Kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung lama dan hingga kini belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Sebagai bentuk kekecewaan, warga melakukan aksi protes dengan menebar ikan lele di jalan yang rusak dan memancingnya. Aksi ini dilakukan sebagai sindiran atas kondisi jalan yang menyerupai kolam atau sawah saat hujan turun.
Warga menyebutkan bahwa Kelurahan Trimurjo telah berdiri kurang lebih 90 tahun, namun hingga kini belum memiliki akses jalan yang layak. Padahal, jalan tersebut merupakan jalan utama yang menghubungkan kecamatan dan beberapa kelurahan lainnya.
Salah satu warga, Toro, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah. Ia mengatakan bahwa dari tahun ke tahun kepemimpinan terus berganti, namun kondisi jalan tetap tidak berubah.
“Dari tahun ke tahun pemimpin berganti, tapi kami belum merasakan perubahan itu,” keluh Toro.
Ia menegaskan bahwa warga tidak menuntut hal yang berlebihan dari pemerintah.
“Kami tidak meminta apa-apa, hanya ingin mendapatkan akses jalan yang baik, tidak seperti sekarang,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah Kabupaten Lampung Tengah segera mengambil tindakan dan memperbaiki jalan tersebut.
Mereka mengaku sudah puluhan tahun terbiasa melihat kondisi jalan yang rusak parah, bahkan menyerupai sawah, dan berharap keluhan ini benar-benar didengar.
Warga Trimurjo Keluhkan Jalan Rusak Parah, Tebar Lele sebagai Bentuk Protes












