GAWAI.co.id — Gedung DPRD Kota Bandar Lampung tampak lengang pada hari ini. Ruang-ruang rapat yang biasanya menjadi pusat aktivitas legislasi justru kosong tanpa satu pun anggota dewan. Kamis (11/12/2025).
Hanya beberapa staf sekretariat terlihat bekerja, menjaga rutinitas di tengah absennya wakil rakyat.
Informasi internal sekretariat menyebutkan, mayoritas anggota DPRD sedang berada di luar daerah untuk menjalankan agenda kunjungan kerja (kunker). Kendati demikian, minimnya aktivitas bukan semata akibat agenda perjalanan dinas tersebut.
Slain itu adapun 9 anggota DPRD diketahui jarang hadir dalam agenda resmi dewan, baik rapat komisi maupun paripurna. Mereka disebut berinisial: IR, RP, YI, IF, MA, RW, AM, RI.
Ketidakhadiran berulang ini sudah lama menjadi sorotan dan kini kembali memicu pertanyaan publik soal komitmen para legislator dalam menjalankan mandatnya. Sebab, absensi yang tinggi berpotensi langsung mengganggu tiga fungsi utama DPRD: fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran.
Beberapa agenda rapat penting termasuk evaluasi serapan anggaran dan kinerja perangkat daerah,Kondisi ini menambah daftar panjang kritik masyarakat terhadap kualitas kedisiplinan wakil rakyat.
Padahal, di tengah berbagai persoalan kota—mulai dari tata ruang, persoalan layanan publik, hingga tekanan fiskal daerah—publik membutuhkan DPRD yang hadir, aktif, dan menjalankan pengawasan secara konsisten.
Fenomena “kursi kosong” di ruang dewan hari ini dinilai menjadi simbol paling gamblang dari lemahnya etos kerja sebagian anggota DPRD Bandar Lampung. Jika pola ini dibiarkan, bukan tak mungkin kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif semakin tergerus. (Red)












